www.asliponorogo.com informasi ponorogo, budaya, kegiatan yang asli ponorogo juga menyediakan keperluan kesenian reog, accecories, cloting, sekolah foto, biro perjalanan wisata

Dadak Merak

adalah topeng yang digunakan dalam tarian Reog. Dadak merak ini berukuran panjang sekitar 2,25 meter, lebar sekitar 2,30 meter, dan beratnya hampir 50 kilogram. Dadak merak juga digunakan dalam pesta mantu Jawa. Dadak merak merupakan topeng yang digunakan pada Reog Ponorogo.

Bujang Ganong

Adalah Patih Pujangga Anom salah satu tokoh yang enerjik, kocak sekaligus mempunyai keahlian dalam seni bela diri. Atraksi Bujang Ganong ini seringkali menjadi daya tarik tersendiri yang selalu ditunggu-tunggu oleh anak-anak.

Pecut Samandiman

Adalah Senjata dari Prabu Klono Sewandana. PECUT SAMANDIMAN dan topeng Kencana diperoleh dari pertapaan Prabu Klono Sewandana setelah adiknya kalah dari Singo Barong.

Prabu Klono Sewandono

Prabu Klono Sewandono atau Klono adalah penari dan tarian yang menggambarkan sosok raja dari kerajaan Bantarangin ( kerajaan yang dipercaya berada di wilayah Ponorogo zaman dahulu. Sosok ini digambarkan dengan topeng bermahkota, wajah berwarna merah, mata besar melotot, dan kumis tipis. Selain itu ia membawa Pecut Samandiman berbentuk tongkat lurus dari rotan berhias jebug dari sayet warna merah diseling kuning sebanyak 5 atau 7 jebug.

Reog Ponorogo

Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.

www.asliponorogo.com No.2163/KP/405.27/PDK/I/2012 menyediakan keperluan kesenian reog, accecories, cloting, sekolah foto, biro perjalanan wisata, jasa tehnik, jasa cleaning service. memulai bisnisnya sejak tahun 2005 hingga saat ini, kami berusaha melayani customer sebaik |0811331973|shandypug@gmail.com|

Sabtu, 13 September 2014

Generasi Kedua Pandebesi Tradisional Pasar PIT Ponorogo

Sering kali dan tidak asing bagi penulis tempat terletak di pojok pasar PIT (sepeda) belakang bank BNI ponorogo ini,

Rabu, 10 September 2014

Foto Festival Reyog Mini 2014

Siapapun di dunia yang membicarakan reyog, pasti akan menyebut juga Ponorogo. Ciri khas reyog Ponorogo dengan dadak meraknya yang super besar dan lebar itu kini coba dimodifikasi untuk kalangan pelajar. Maka lahirlah reyog mini khas pelajar Ponorogo. 

Senin, 11 Agustus 2014

Selamat HUT Ponorogo ke 518

Design By Holahop

Rabu, 23 Juli 2014

125 Dadak Merak Tampil Bersamaan

Satu moment yg jarang dan langka sekali muncul di Ponorogo yg nota bene tempat lahirnya reyog, alun2 ponorogo menjadi lautan dadak merak dengan warna khas nya menghiasi nya.

Kamis, 08 Mei 2014

Reyog Obyok di Malam Hari

Selasa 29 April 2014 15:00 wib Rombongan Fotografer dari Bali yg di komandani oleh om Johannes Karundeng (sapaan akrab kami) datang ke ponorogo, satu kebanggaan bisa menemani beliau dan rombongan dalam rangka hunting reyog yang di seleggarakan khusus dan ditempat yg unik, kenapa kami sebut unik biasanya pagelaran reyog selalu di tanah lapang atau panggung2, kali ini lokasinya di pinggiran sungai yg tepatnya di Dam/bendungan Cokromenggalan Ponorogo. mereka mengabadikan sejak para pemain reyog berganti pakaian sampai pentas berlangsung, tepat setelah Magrib pagelaran di mulai dengan penerangan seadanya plus api obor yg di pegang beberapa anak muda di sekelilingnya,  seperti biasa sebelum pagelaran dimulai ada prosesi kecil dan doa bersama untuk keselamatan acara tersebut yg dipimpin oleh tetua group reyog tersebut.







Acara yg tidak ada publikasi tetapi banyak sekali mendatangkan penonton baik dari sekitar daerah Cokromenggalan atau orang yg melewati dam tersebut, kontan membuat macetnya jalan kecil sebagai transportasi yg menghubungan kelurahan cokromenggalan dan kelurahan kertosari kec babadan
baru kali ini penulis meliput acara pagelaran reyog obyok dengan tertib, yang biasanya penonton susah diatur kali ini penonton duduk dan berdiri tertib melihat dari kejauhan pagelaran reyog obyok tersebut, sungguh pemandangan yg sangat elok bagi kami para fotografer dan penonton untuk bisa menikmati jalanya pertunjukan tersebut.








Tak terasa waktu menunjukkan pukul 20:35 tibalah akhir acara yg di tutup dengan salam hormat dari seluruh anggota reyog, di susul dengan foto bersama seluruh pemain dan fotografer binaan Om Johannes Karundeng dari SMKN 1 Mas - Ubud Bali yang saya kutip dari tulisan beliau dalam rangka 
"Tirtayatra berasal dari bahasa Sansekerta, Tirta dan Yatra. Tirta artinya air atau kesucian. Sedangkan Yatra berarti perjalanan suci.

Perjalanan ke Jawa Timur dan Tengah sekaligus merupakan Tirtayatra bagi adik-adik fotografer dari SMKN 1 Mas - Ubud yang beragama Hindu. Perjalanan ke tempat-tempat ibadah dan candi suci Hindu mulai dari Pura Luhur Poten di Bromo, Candi Penataran dan Candi Simping (makam Raden Wijaya) di Blitar, Candi Ceto di Karanganyar dan berakhir di Candi Prambanan di Yogyakarta merupakan pengalaman pertama bagi mereka.

Bagi saya banyak hal-hal yang saya belajar; mengenai budaya sejarah, alam, spiritual, pertemanan dan tentunya fotografi " 



Satu kebanggaan bagi penulis bisa berkenalan dengan sosok Om Johannes Karundeng, yg mempunyai keinginan berbagi kepada adik2 SMK tentang budaya alam dan fotografi dan sangat memotifasi penulis. Semoga bermunculan Fotografer2 profesional seperti beliau yang mempunyai jiwa sosial yg tinggi rela berbagi kepada penerus bangsa indonesia.
tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak dan temen2 fotografi ponorogo tanpa terkecuali, dengan fotografi kita perkenalkan ponorogo, budaya, alam, kuliner dan isinya #the spirit of world....................

Salam fotografi dan budaya #reyog #ponorogo #budaya #jawatimur #indonesia

Shandy A A Miraza
saya@ratjoen.in