www.asliponorogo.com informasi ponorogo, budaya, kegiatan yang asli ponorogo juga menyediakan keperluan kesenian reog, aksesoris, sekolah foto, biro perjalanan wisata

Gunung Bedes

Terletak di Dusun Buyut Desa Ngadirojo Kecamatan Sooko Ponorogo Jawa Timur.

Bujang Ganong

Adalah Patih Pujangga Anom salah satu tokoh yang enerjik, kocak sekaligus mempunyai keahlian dalam seni bela diri. Atraksi Bujang Ganong ini seringkali menjadi daya tarik tersendiri yang selalu ditunggu-tunggu oleh anak-anak.

Pecut Samandiman

Adalah Senjata dari Prabu Klono Sewandana. PECUT SAMANDIMAN dan topeng Kencana diperoleh dari pertapaan Prabu Klono Sewandana setelah adiknya kalah dari Singo Barong.

Prabu Klono Sewandono

Prabu Klono Sewandono atau Klono adalah penari dan tarian yang menggambarkan sosok raja dari kerajaan Bantarangin ( kerajaan yang dipercaya berada di wilayah Ponorogo zaman dahulu. Sosok ini digambarkan dengan topeng bermahkota, wajah berwarna merah, mata besar melotot, dan kumis tipis. Selain itu ia membawa Pecut Samandiman berbentuk tongkat lurus dari rotan berhias jebug dari sayet warna merah diseling kuning sebanyak 5 atau 7 jebug.

Reog Ponorogo

Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.

www.asliponorogo.com No.2163/KP/405.27/PDK/I/2012 menyediakan keperluan kesenian reog, accecories, cloting, sekolah foto, biro perjalanan wisata. memulai bisnisnya sejak tahun 2005 hingga saat ini, kami berusaha melayani customer sebaik |0811331973|saya@ratjoen.in|

Mbah Thekluk Legenda Kopi Ponorogo Sejak 1958

mbah thekluk / ibu kartumi
Usianya telah melewati 90 tahun namun perempuan tua ini masih aktif dan jeli memilah kopi. Kopi-kopi itu dipilah dan dipilih kualitas yang baik, baru disangrai di pawonan. Menyangrainya-pun masih tradisional, memakai tungku berbahan bakar kayu, memakai kuali tanah yang dinamai kreweng. Setelah selesai disangrai masih dilakukan penyortiran lagi, dipilah antara yang matang sebagian dan yang sudah matang sempurna di dalam nampan bambu yang lebih dikenal dengan nama tampah. Agar cepat dingin kopi sehabis disangrai dibentang dan diangin-anginkan pada tampah, baru di tumbuk secara tradisional memaki alu dan lumpang. Pengayakan adalah proses terakhir sebelum penyimpanan dalam toples yang terbuat dari kaca. Pengayakan adalah menyaring kopi dengan diayak-ayak yang bertujuan memisahkan kopi yang telah tertumbuk halus dan yang masih kasar.

Kerajinan Tangan Ikat Cincin Dari Bahan Batu dan Kayu

pembuatan emban

Potensi wisata Ponorogo tak sebatas budaya, wisata alam, wisata kuliner, dan wisata religi. Potensi  alam berupa batu mulia melimpah, ragam jenis batu alam ini menjadi daya tarik. Ciri ke-khasan menjadi andalan lain dari potensi wisata Ponorogo. Pengrajin  batu (gemstone) tersebar di berbagai daerah di Ponorogo, walaupun tidak setenar  pengerajin batu kota Pacitan. Geliat para pengrajin terus tumbuh, salah satunya pengrajin Wijaya.

Trowongan Belanda Telaga Ngebel Ponorogo

pintu masuk trowongan diberi jerujibesi u/pengaman
Trowongan adalah nama yang diberikan oleh masyarakat di Dukuh Nglingi, Desa Ngebel, Kecamatan Ngebel untuk tempat yang dibangun sejak jaman Belanda berapa puluh tahun silam. 

Kuliner Sate Blendhet Ds. Karang Patihan Balong

sate blendek
Predikat Ponorogo sebagai kota sate ayam patut kita dukung  karena hampir di setiap jalan strategis banyak kita jumpai penjual sate ayam, dari pusat kota sampai pedesaan. Kuliner ini sangat mudah di temukan.

Duet Puisi


Duet Puisi. Tantangan membuat puisi dari sebuah foto. Awalnya Duel Puisi tapi karena dinilai kurang romantis jadilah Duet Puisi. Rencananya seminggu sekali dan foto akan dipilihkan oleh mas damar sasongko, fotografer sakti lereng gunung wilis. Monggo, silahkan vote.
Nama pembuat puisi sengaja kami sembunyikan saat ini untuk proses pemilihan yang fair:

Watu Dukun Situs Purbakala Pager Ukir Sampung


Terletak di kaki gunung suci Dusun Pager Ukir Desa Pager Ukir kecamatan Sampung Ponorogo, terdapat batu besar berusia lebih dari 1000 tahun, situs yang bernilai sejarah tersebut diyakini sebagai tempat pengemblengan Airlangga oleh Mpu Brada setelah terjadinya PARALAYA yaitu penyerangan koalisi kerjaaan Sriwijaya, Wengker dan Wura-wari terhadap kerajaan Medang yang terjadi tahun 1016M. 

Liputan Pemutaran Film Karya Sineas Ponorogo Si Jum dan Si Pon


bagian depan GK
asliponorogo.com kamis 26 Mei 2016 Gedung Kesenian atau yang sering disebut GK berubah layaknya gedung film dengan dengan red carpet nya, bagian depan berjajar poster poster besar Film yang diputar, karya karya fotografi bertema "ponoragan" menyambut di kanan kiri lorong menuju area pemutaran menambah aura ponorogo dan selaras dengan selogan "ponorogo adalah rindu".

Liputan Kercopan Art Festival ke 2 tahun 2016

korcopan art festival

Kali ke 2 pagelaran seni Kercopan Art Festival akan digelar. Pagelaran yang lahir dari gabungan 3 kelurahan Kertosari, Cokromenggalan, dan Patihan Wetan tersebut akan mengambil tema " Menapak Jejak Tradisi ". Ke tiga kelurahan tersebut dulunya menjadi sentra seni, sentra industri batik, dan sentra geliat usaha di Ponorogo Tempo dulu.

Gong Gumbeng Sejak 1837 Masehi

gong gumbeng


Gong Gumbeng, kesenian yang sudah tidak asing lagi bagi warga Ponorogo. Kesenian yang berasal dari desa Ringin Anom Sambit ini kini sudah ditetapkan menjadi kesenian asli Ponorogo, kesenian lokal yang lahir dan hanya ada di Ponorogo. 

Seni Terbangan, Menyambut Malam Nisyfu Sa'ban di Ponorogo


Ponorogo, 20 Mei 2016 Suara puji-pujian sholawat mendayu mirip gending cokekan kesenian khas pesisiran, namun cengkoknya tak terlalu melengking. Suaranya saling bersaut-sautan, terkadang lirih terkadang kencang mirip suara suara yang dihembus angin. Syair Arab yang dilagukan ke gending Jawa, orang Ponorogo mengistilahkan uro-uro (rerengengan) namun kali ini berisikan sholawat. Selintas telinga saya sudah familer dengan suara showatan tersebut, sholawat yang selalu dikumandakan ketika menjelang sholat Jumat atau menunggu iqomah di Masjid Tegalsari Ponorogo. Sholawatan yang sudah lebih seabad selalu dikumandangkan semenjak Kyai Ageng Besari mendirikan masjid dan pondok pesantren Tegalsari. Sholawatan yang bernuansakan Jawa, sholawatan yang sudah menjadi hapalan di luar kepala orang-orang tua setelah adzan tiba di masjid Tegalsari sembari menunggu iqomah. Mungkin dulu ini bagian strategi syiar Kyai Ageng Besari kala itu. Bahkan cucu beliau diambil menantu Keraton Surakarta gara-gara sholawatan. Kala itu Hansan Besari dan beberapa santri Tegalsari bersholawatan di masjid Agung Surakarta, suara yang mendayu menarik perhatian puteri Keraton. Berawal inilah beiau diambil menantu oleh Keraton.