Monday, April 17, 2017

Singkil Bekerja Untuk Indonesia

singkil bekerja
Sejarah panjang desa singkil adalah sejarah tentang kerja, kerja dan kerja. Cerita legenda asal usul desa singkil menceritakan kaki yang tertusuk kayu saat sedang bekerja. Cerita legenda ini sekarang benar benar terwujud ke dalam bentuk keseharian masyarakat desa singkil yang tidak pernah lelah bekerja.

Jika anda mengunjungi desa singkil, anda akan menemukan berbagai aktivitas kerja dari berbagai bidang. Tua dan muda tidak ada bedanya di desa singkil, semua tenggelam dalam kerja.

 
Desa seluas kurang lebih seratus tujuh puluh lima hektar ini, seratus dua puluh hektarnya adalah sawah dan ladang. Luas sawah dan ladang yang mencerminkan budaya kerja di desa singkil. Budaya kerja yang melahirkan berbagai macam aktivitas dan produk  yang menunjang ekonomi. 

Berbagai macam produk lahir di desa singkil. Panahan adalah salah satu produk yang sudah melayani pasar dalam dan luar negeri. Tidak ada yang menyangka produk yang terbilang langka ini justru lahir di desa singkil. Produk produk lain seperti kerajinan tas, tempe dan rengginang juga sudah melayani pasar dalam dan luar kota.  

Di bidang peternakan, peternakan ayam, bebek dan sapi juga menjadi satu bukti budaya kerja masyarakat desa singkil yang kuat. Pemanfaatan limbah peternakan menjadi bio gas juga menandakan bahwa masyarakat singkil tidak mau berhenti berinovasi dalam bekerja.

Buah naga juga dapat kita jumpai di desa singkil. Ini juga menandakan bahwa masyarakat desa singkil selalu berusaha memanfaatkan petak demi petak lahannya untuk bekerja.

Budaya kerja yang kuat tidak menjadikan masyarakat desa singkil sebagai masyarakat yang kaku dan individualistis. Kerja di seni dan budaya yang mensyaratkan kekompakan juga terlihat kuat pada aktivitas aktivitas di rumah budaya mandiri desa singkil. Karawitan, reyog dan pemeliharaan benda2 kuno dapat kita jumpai di rumah budaya ini. Sebuah kerja yang tidak mengharap materi tetapi kerja yang dapat mengisi jiwa.

Kekompakan masyarakat singkil juga dapat kita rasakan dengan adanya kentongan kentongan di setiap rumah. Kentongan tidak hanya sebagai hiasan melainkan wujud kesigapan masyarakat singkil dalam merespon berbagai kondisi lingkungannya.

Singkil bukanlah sekedar nama desa. Singkil adalah hati yang memusat pada kerja. Kerja untuk keluarga dan negara. Di sini, di desa singkil kami tak lelah bekerja. Singkil Bekerja!
 #ponorogoadalahrindu #desa #wisata #budaya #singkil #balong #ponorogo #bekuinstitute
Previous Post
Next Post

post written by:

0 comments: