Wednesday, May 20, 2015

Gunung Gajah Ponorogo



45 menit perjalanan darat dari alun alun kota Ponorogo menuju selatan arah ke Kecamatan Bungkal, dengan rute alun-alun ke arah timur sampai perempatan Jeruksing ke kanan arah
  Ds. Jabung
lanjut sampai perempatan Jetis belok kiri arah jurusan Trenggalek ikuti jalur utama sampai ke  Bibis Perempatan/pasar Bibis lurus ke selatan bertemu Ds.Bedingin pusat kerajinan genteng  lanjut  Ds.Wringin Anom (Perempatan/pasar lurus ke selatan)  lurus ke Ds.Gajah. setelah masuk Ds.Wringin Anom jalan aspal berubah ke jalan makadam dan beberapa bagian berlubang, kehati hatian sangat di utamakan jangan terlena oleh pemandangan keren
View perjalanan menuju Gunung Gajah

Di sepanjang jalan akan bertemu dengan pemandangan hijau suara suara burung bersautan, para pencari rumput hilir mudik membawa turun hasil panenan rumput liarnya diberikan ke ternak ternak yg sudah menunggu di rumah. Suasana gunung gajah yang relatif masih alami juga pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis. 
Perbukitan Gunung Gajah


Persawahan dibawah Gunung Gajah


Gunung Gajah terletak di Kecamatan Sambit dengan ketinggian sekitar 1200 mdpl. Puncak yg selama tidak terlalu sulit dicapai, bisa melalui jalan setapak yang cukup dilewati sepeda motor, meski medannya lumayan menantang. 
Salah Satu Puncak Gunung Gajah

Sebenernya ada puncak tertinggi gunung gajah ( selalu di tutup awan ) dan hanya bisa di lalui dengan jalan kaki, kali ini penulis mencoba membawa pembaca ke puncak tertinggi yg mudah di jangkau oleh kendaraan roda4 atau motor dan hanya beberapa kilo meter jalan kaki.


bimasakti / milkyway dari atas Gunung Gajah

Sesampai di puncak (sore menjelang malam )kami disuguhi dengan pemandangan kota Ponorogo tampak lampu lampu nya yg cukup membuat kami terkagum, lama kami mencoba mengabadikan kan dengan mata telanjang dan kamera, sambil meminum kopi jahe hangat dan makanan kecil bekal yg dibawa teras nikmat menghangatkan tubuh yg mulai kedinginan.



Cuaca cukup mendukung caha bintang terlihat dengan sangat terang dengan sedikit awan yg menyelimuti, lamat lamat terlihat bima sakti / milkyway langsung kami abadikan dengan kamera yg sudah siap dengan tripot dan remot shuternya, coba kami explore dari berbagai sudut dan aneka macam 4ground plus memainkan style wool yg sudah disiapkan.

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam 24:13 wib dan awan putih mulai tampak, kondisi badan dan mata sudah lelah lanjut istirahat di tenda masing masing.
Udara di luar tenda sangat dingin membuat kami terbangun lihat jam tangan menunjukkan pukul 03:05 wib pagi, coba keluar dari tenda langsung melihat bintang, jreng jreng jreng bimasakti / milkyway terlihat sangat jelas dan terang sekali, secepat kilat ambil kamera dan perlengkapan langsung ke spot yg sudah di siapkan malam tadi.
bimasakti/ milkyway 4ground tenda
bimasakti/ milkyway diatas lampu2 kota ponorogo

Tibalah sang surya menampakkan sinarnya walau sedikit tertutup mendung tidak mengurangi keindahan suasana pagi di gunung gajah.



Kaldera Gunung Gajah


Selfie Berjamaah








 Setelah cukup puas menikmati sudut sudut nya perut sudah terasa lapar kopi panas roti coklat mie instan terasa begitu nikmat di temani hembusan udara dingin dan hangatnya sinar matahari. 




Semoga cerita ala penulis bisa meratjoen (bahasa kami) pembaca untuk berkunjung ke Gunung Gajah, Tetapi harus diingat jika ingin mendaki gununung Gajah, jangan tinggalkan sampah sembarangan di sana.


Kontak kami apabila Anda membutuhkan guide dan paket wisata lainya.
Previous Post
Next Post

post written by: