Murahnya Nasi Pecel Di Ponorogo

by - Saturday, February 07, 2015


141924139660589444
Warung pecel pak Katiran

Sudah hampir 20-an tahun saya mengenal warung pecel milik pak Katiran ini, warung jualannya di dekat jembatan Sekayu sebelum masuk kota Ponorogo dari arah Wonogiri. Meski didekat sungai namun jam 6 pagi orang sudah berjubel antri makan dan jam 9-an sudah tutup karena dagangannya habis. Sebenarnya di Ponorogo ada ratusan penjual nasi pecel, meski bahannya sama namun ada citra rasa yang berbeda-beda, mulai dari tingkat kepedasan sampai lauk yang melengkapinya. Dan para penjual nasi pecel ini biasanya berjualan antara 3-4 jam sehari. Begitu juga warung milik pak Katiran ini hanya buka jam 6-9-an pagi, kata istri pak Katiran biar segar sayur dan rasanya, kalau kelamaan dihidangkan rasanya sudah berubah. Namun begitu dalam rentang waktu itu warungnya bisa menghabiskan 40-60 kilo gram beras.

14192425231719094483
Istri pak Katiran, dengan dapurnya yang masih tradisional dengan kayu sebagai bahan bakarnya
Bu Katiran bersama 6 orang karyawatinya kebagian memasak, sedang pak Katiran kebagian berbelanja. Nampak di foto atas bu Katiran menanak nasi menggunakan dandang dan kukusan di atas tungku yang menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakarnya.
“Elpigi mirah kok masih pakai kayu bakar bu?” tanya saya sambil blusukan di dapur.
“Rasanya berubah mas, nasine ndak bisa pulen kalau pakai elpiji atau majik jer….” jawabnya.
“Mboten sangit to bu…. keluke kados ngaten….?” tanya saya.
“La niku sing marakne tiyang madosi mas…..” jawabnya, entahlah saya ndak paham betul tentang memasak, yang saya tahu makan enak dan kenyang.

1419242905781329060
Seporsi nasi pecel plus peyek teri dihargai 3 ribu rupiah
Menurut bu Katiran sehari bisa menghabiskan kacang tanah untuk bahan sambel 5 kg-an, bahan-bahan semua pilihan pak Katiran, kalau tidak baik pak tidak mau, karena pantang menurunkan mutu. Dan Sambal yang membikin pak Katiran sendiri, tidak digiling namun ditumbuk memakai lumpang dan alu yang terbuat dari kayu jeruk, katanya sambelnya biar sedap. Dan tidak digiling pakai mesin, alasannya aromanya seperti aroma bensin, tapi entahlah ini sudah dikerjakannya puluhan tahun.
Selain itu harga seporsi nasi pecel di warungnya hanya 3 ribu rupiah, naik 5 ratus rupiah paska kenaikan BBM ini yang tadinya cuma 2,5 ribu. Porsi makan disini tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit, sehingga jarang orang yang menyisakan, kasihan nasinya kalau sisa dan terbuang kata bu Katiran. Dan bila ingin nambah tinggal bilang tambah separoh atau penuh.
Sebenarnya banyak warung pecel di Ponorogo, namun jam buka dan citra rasanya berbeda-beda, ada yang buka pagi, siang, sore, malam, bahkan ada yang buka mulai jam 4 pagi. Sehingga pembeli bisa membeli sesuai selera dan waktu longgarnya. Nasi pecel seperti sudah menjadi makanan pokok orang Ponorogo.
“Sehari nggak makan pecel rasanya kurang enak di badan mas…, saya selalu sarapan pecel dan siang dan malamnya baru yang lain…” kata Pak Lurah Sampung yang kebetulan makan bareng di warung pak Katiran tadi pagi.

14192445901721705992
ada 4 orang yang melayani, sehingga pembeli tidak terlalu lama mengantri
Banyaknya yang melayani di warung ini membuat pembeli tidak terlalu lama mengantri. Banyak pilihan lauk mulai dari tempe goreng, tempe kepleh, mendoan, mendol, tahu, peyek tolo, peyek kedelai, peyek teri, peyek udang, wader, lele, telur goreng, garingan (ikan kali kecil-kecil yang mirip lele).
1420202963637557635
ikan wader dan nggaringan goreng
1420203218970326071
seporsi nasi pecel plus ikan nggaringan dan peyek iwak kali cukup 5 ribu, kalau cuma tempe cukup 3 ribu
Ada bermacam-macam varian pecel, dan semua rasa tergantung dimana daerah pecel itu dibuat, meski bahan sambal sama namun masing masing mempunyai ciri tersendiri, begitu pula Ponorogo sendiri mempunyai kekhasan, pecel Ponorogo sambalnya diencerkan memakai air dingin sehinggak rasa kacang masih tersa manis dan berwarna coklat kemerahan, sementara di Madiun atau kota lainnya memakai air panas sehingga kacangnya terasa seperti kacang rebus dan warnanya pucat. Pecel Ponorogo lebih terasa daun jeruknya sementara pecel luar Ponorogo rasa daun jeruk tidak nampak. Selain itu sambal pecel Ponorogo tidak digiling dengan mesin namun ditumbuk dalam mencapur bumbunya, untuk yang fanatik masih menggunakan lumpang dan alu dari bahan pohon jeruk, katanya rasanya akan lebih mantap.

14202039251145117515
mbak Cepik, yang jualan pecel tak jauh dari warung pak Katiran dengan citra rasa berbeda pula
Selamat Jalan-Jalan
Selamat mampir di Pecel Ponorogo

Oleh Nanang Diyanto

You May Also Like

0 comments